<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4420753617025499681</id><updated>2011-07-08T00:02:59.483-07:00</updated><category term='aditya'/><category term='2'/><category term='bagus'/><category term='cerita bagus'/><category term='fof'/><category term='cerpen'/><category term='cerita'/><category term='eyas'/><category term='gaul'/><category term='kaskuser post'/><category term='gratis'/><category term='Maho'/><category term='cerbung'/><category term='land'/><category term='kaskus'/><title type='text'>Story of...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://storybyadit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4420753617025499681/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storybyadit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aditya Avaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11837515356613801127</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4420753617025499681.post-5238478450540160985</id><published>2009-08-29T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T02:32:08.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eyas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maho'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='land'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaskuser post'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaul'/><title type='text'>Eyas, the sighter homeland</title><content type='html'>Nih..Pic baru..Setelah jatuh cinta ma nana..Hehe..&lt;br /&gt;Jadi pengen photo landscape lg..&lt;br /&gt;Indah kan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i29.tinypic.com/rmr2i0.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin tempat ni ga seindah tempat yg indah di dunia. Tp tempat ini memiliki ksan yg indah buat q. Dlunya eyas merupakan tosh derus(tea garden). Namun telah hancur. Longsor pun juga membuat tempat ini menjadi tempat yg mematikan. Eyas merupakan tempat sagah(sighter) untuk istirahat. Tercatat sudah lebih dari 5 sagah telah istirahat disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-documentary of the avagan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4420753617025499681-5238478450540160985?l=storybyadit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storybyadit.blogspot.com/feeds/5238478450540160985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storybyadit.blogspot.com/2009/08/eyas-sighter-homeland.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4420753617025499681/posts/default/5238478450540160985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4420753617025499681/posts/default/5238478450540160985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storybyadit.blogspot.com/2009/08/eyas-sighter-homeland.html' title='Eyas, the sighter homeland'/><author><name>Aditya Avaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11837515356613801127</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i29.tinypic.com/rmr2i0_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4420753617025499681.post-289721941665387274</id><published>2009-08-29T00:05:00.001-07:00</published><updated>2009-08-29T00:05:09.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fof'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aditya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2'/><title type='text'>Lanjutan fof</title><content type='html'>Apakah kau lapar ?. Tanya Qygra.&lt;br /&gt; Oh, Iya. Jawab Fiona.&lt;br /&gt; Kalau begitu ayo ikut aku, disini ada tempat makan yang enak. Ku yakin kau tidak akan kecewa.. Ajak Qygra dan fiona pun mengiyakanya.&lt;br /&gt; Mereka pun pergi berdua dan menuju kota dengan kendaraan Qygra. Fiona begitu takjub saat mengendarainya. Kendaraan itu dapat bergerak lebih cepat daripada kuda, dan lebih nyaman dibanding gerobak yang diseret kuda milik ayahnya, Vrosmadite. Namun dibanding kudanya, benda itu lebih membuat nafas sesak. Ayah Fiona telah meninggal saat dia berumur 7 tahun. 2 bulan setelah kematian ayahnya. Ibunya, Valintas pun ikut meninggal.&lt;br /&gt; Bagaimana semua ini bisa seluar biasa ini, aku tidak pernah melihat benda terbang. Aku tidak pernah melihat bangunan tinggi, ataupun bangunan setinggi 20 meter lebih. Aku sungguh bingung dengan suasan di tempat ini. Ujar Fiona.&lt;br /&gt; Ayolah, dimana asalmu sehingga kau tidak mengetahui gedung setinggi ini ?. Tanya Qygra.&lt;br /&gt; Jauh dari sini.&lt;br /&gt; Fiona terlihat sedih saat ditanya hal tersebut. Qygra pun mengajaknya masuk ke tempat makan yang lebig besar dibanding panti asuhanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di suara yang ramai di tempat asal Fiona. Terlihat bahwa Nessi sedang murung dibawah pohon berwarna coklat tua dengan daun yang saat itu sedang mencoklatkan dirinya. Dan dibawah langit yang agung berwarna biru. Nessi berfikir bahwa Fiona sudah mati di laut. Nessi mulai menjatuhkan air matanya, dia mulai bingung. Kepada siapa aku akan memintanya kembali ?.&lt;br /&gt;Nessi yang mendengar suara dari atas pohon yang lebat itu segera menghapus air matanya saat mengetahui ada seorang laki-laki yang memanggilnya dari atas pohon tersebut.&lt;br /&gt; Apapun yang kau lakukan, berhentilah mengangis. Bersikap kuatlah, aku kehilangan jari manis ku dan aku tidak menangis. Ucap lelaki tersebut.&lt;br /&gt; Diamlah, aku lebih menderita daripada dirimu. Aku kehilangan sahabat terbaik ku. Apa kau kira jari manisku lebih berharga daripada sahabatku ?. Balas Nessi.&lt;br /&gt;Lelaki tersebut turun dari pohon dan menyodorkna kepada Nessi  daun yang lembut dari pohon tersebut. Lelaki tersebut berkata, tidak apa, daun yang coklat ini tidak akan melukaimu bila kau mengusapkanya ke air matamu. Hilangkanlah sedihmu, daun itu akan mengabulkan permintaanmu dia adalah penguasa alam ini. Dia dapat bergantung pada pohon yang kuat ini tanpa orang lain.&lt;br /&gt;Setelah itu lelaki tersebut meninggalkanya.&lt;br /&gt; Apakah mungkin daun ini dapat terus hidup ?". Renung Nessi.&lt;br /&gt;Nessi pun segera membuangnya dan berhenti berfikir bodoh bahwa daun ini lebih berkuasa darinya. Bahkan Nessi menginjak dan berkata, daun ini kuinjak dan dia tak dapat murka terhadapku !.&lt;br /&gt;Nessi pun segera meninggalkan tempat itu dan menuju ke RUMAH KITA. Dia segera mengobrak-abrik tempat itu untuk menemukan sesuatu yang membuat Fiona yakin bahwa ditempat luar ada manusia lain. Nessi menemukan sebuah buku yang bertuliskan huruf yang tidak diketahuinya. Nessi mengambilnya dan membawanya ke rumah Hash Abei lagi.&lt;br /&gt; Esok harinya Nessi segera menuju ke ahli bahasa setempat. Dia memberkian buku itu ke ahli bahasa itu dan terkejut dan bertanya darimana dia mendapatkan buku itu.&lt;br /&gt; "Aku mendapatkanya dari rumah usang yang telah ditinggal mati pemiliknya di dekat pohon abadi". Jawab Nessi.&lt;br /&gt; "Tolong terjemahkan".&lt;br /&gt;Ahli bahasa itu pun menjawab iya dan akan mencoba menyamakan tulisan itu dengan tulisan yang ada di batu dekat pantai. Ahli bahasa itupun mengajak Nessi untuk ke pantai dan membawakan peralatanya.&lt;br /&gt;Sesampainya di pantai, ahli bahasa tersebut terkejut ketika menemukan bahwa tulisan yang di batu itu sama persis dengan tulisan di buku yang dibawa Nessi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ahli bahasa tersebut pun segera mencoba menerjemahkan halaman pertama di buku tersebut. Dia meminta kepada Nessi untuk segera membawakan peralatanya ke RUMAH KITA. Dan mereka pun menuju ke tempat tersebut. Ahli bahasa meminta Nessi untuk mencarikan beberapa benda yang bertuliskan huruf yang sama untuk membantu penerjemahanya. Nessi hanya menemukan sebuah huruf yang dibingkai dengan baik.&lt;br /&gt; "Nessi, Dengarkan ini:&lt;br /&gt; ..........(Dibaca halaman 1 dalam buku itu)". Ucap Ahli bahasa.&lt;br /&gt; "Apa artinya tuan ?'.&lt;br /&gt; "Yang menguasai kita, kita telah menemukan siapa yang menguasai kita.". Ucap Ahli bahasa tersebut.&lt;br /&gt; Nessi kebungungan apa yang dimaksud dengan yang menguasai kita. Apakah daun yang diberikan oleh pemuda yang mengganggunya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpindah ketempat Fiona Lagi...&lt;br /&gt; "Apa kau kenyang ?". Tanya Qygra kepada Fiona.&lt;br /&gt; "Tentu saja. Makanan ini lebih enak dan banyak dibanding di panti asuhanku". Ujar Fiona.&lt;br /&gt; "Jadi kau tinggal di panti asuhan ?, kenapa kau tidak bilang dari tadi. Panti asuhan mana ?." Tanya Qygra.&lt;br /&gt; "Hash Abei, sebenarnya itu bukan panti asuhan tapi tempat didikan. Tapi aku menyebutnya panti asuhan karena aku dikekang disana.". Jelas Fiona.&lt;br /&gt; Mereka pun puas dan pulang bersama-sama. Di tengah perjalanan sekali lagi, Fiona Takjub Dengan Terowongan yang dikatakanya sebagai lubang hitam. Setelah sampai dirumah Qygra, Fiona segera beristirahat dan menonton TV.&lt;br /&gt; "Hei..Kenapa ada orang di dalam kotak itu?".&lt;br /&gt; "Fiona, itu hanya lukisan. Tapi bergerak, aku tahu akan sulit menjelaskanya kepadamu.". Jelas Qygra. Fiona sedang melihat TV yang menyiarkan pemansan global. Fiona yang sangat takjub serta takut terhadap dampak pemanasan global dan penyebabnya. Dia tidak habis fikir kenapa tidak berhenti saja menggunakan mobil dan mulai menggunakan kuda, berhenti membangun gedung yang tinggi diganti dengan yang biasa saja dan berhenti mengambil bahan alam yang terbatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4420753617025499681-289721941665387274?l=storybyadit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storybyadit.blogspot.com/feeds/289721941665387274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storybyadit.blogspot.com/2009/08/lanjutan-fof.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4420753617025499681/posts/default/289721941665387274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4420753617025499681/posts/default/289721941665387274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storybyadit.blogspot.com/2009/08/lanjutan-fof.html' title='Lanjutan fof'/><author><name>Aditya Avaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11837515356613801127</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4420753617025499681.post-7332638028472666843</id><published>2009-07-24T03:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T03:25:36.227-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerbung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bagus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaskus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita bagus'/><title type='text'>Friend Or Foe chapter 1 2-1/2</title><content type='html'>Friend or Foe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di kala senja menutup hari. Tampaklah sesosok gadis berambut pirang mengendarai sepeda menuju tempat dia biasa berkumpul bersama temanya, Fiona Adras.&lt;br /&gt; “Hei Si, cepat kesini. Aku sudah menunggumu dari tadi”.&lt;br /&gt;Suara dari mulut manisnya fiona memanggil Nessi Frelin.&lt;br /&gt;Mereka pun segera masuk ke “RUMAH KITA”. Rumah itu sudah ada sejak mereka masih Sekolah di  Pengasuhan  Alto Granite. Kini mereka sudah beranjak dewasa dan memasuki masa-masa remaja dan bersekolah di Rumah nyonya Hash Abei. Tidak ada sekolah resmi disana. Hanya ada yayasan yang mau menampung anak yatim piatu untuk diberi ilmu.&lt;br /&gt; Mereka pun mulai duduk dan akhirnya berbicara dan bercanda. Ketika Mereka bercakap-cakap dan tiba sampai klimaks pembicaraan.&lt;br /&gt; “Si, Apakah pantas kita tetap bermain di dalam rumah ini ?”. Tanya Fiona.&lt;br /&gt; “Entahlah aku sendiri juga sudah merasa bosan bermain di tempat usang ini”. Jawab Nessi.&lt;br /&gt; “Apakah menurutmu di luar pulau kita ada kehidupan lain yang sama seperti kehidupan kita ?”. Fiona terus bertanya.&lt;br /&gt; “Fiona !, Bukankah kita dilarang untuk berfikir meninggalkan pulau ini !”. Nessi memperingatkan.&lt;br /&gt; “Baiklah, Tapi aku bosan hidup disini. Aku akan meninggalkan pulau ini. Aku sudah mempersiapkan perahu yang cukup nyaman untuk perjalanan panjang. Serta bekal juga sudah aku siapkan. Aku cuma Bertanya, Maukah kau ikut denganku ?”. Jelas Fiona.&lt;br /&gt; “Fiona Adras putri dari Gredrig Adras, Jaga ucapanmu dan jangan bertindak gila. Kau bisa ditangkap dan diasingkan oleh penduduk !”.&lt;br /&gt; “Nessi, Aku tahu yang kulakukan ini salah. Tapi aku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dari kita !. Mungkin suatu tempat yang lebih indah dari sini. Sudahlah, aku akan bersiap untuk perjalanan besok. Aku harus merencanakan semuanya agar semua berjalan lancar”. Ucap Fiona.&lt;br /&gt; “Fiona !”. Panggil Nessi.&lt;br /&gt;Tapi tidak dihiraukan olehnya. Fiona segera mengambil sepeda dan mengayuh dengan cepat.&lt;br /&gt;Nessi yang kebingungan, memilih untuk tutup mulut saja. Dia tidak mau temanya diasingkan dan dibuang ke gua tempat mereka YANG BERWARNA TINTA.&lt;br /&gt;Setelah itu Nessi hanya pulang dengan kebingungan sekali, padahal seharusnya dia menghentikan temanya itu. Tapi entah kenapa dia merasa lebih baik temanya itu bebas. Nessi berfikir apakah dia harus ikut atau hanya mendoakanya saja. Esok harinya, Nessi menuju rumah Fiona dan dia melihat temnya itu sudah tidak ada. Nessi berbicara dalam hati kenapa temanya itu begitu yakin ada dunia lain di luar sana. Padahal tidak ada satupun yang bercerita tentang dunia luar yang selalu diimpikan oleh Fiona itu. Nessi segera pergi ke pantai dan menyusurinya untuk menemukan Fiona. Namun tidak ada tanda-tanda dari Fiona melainkan hanya bekas orang menyeret kayu. Nessi pun pulang dan harap-harap cemas tentang apa yang akan terjadi pada Fiona. Fiona hanya sendirian mengarungi lautan dan dia hanya seorang anak yang baru berumur 15 tahun. Nessi pun pulang dengan wajah sedih ditinggalkan teman yang sejak kecil selalu ada untuknya. Namun dia harus rela melepasnya karena dia tahu Fiona adalah anak yang keras dan mudah marah. Nessi bisa saja dicelotehi oleh Fiona jika ia menghambat maunya seperti saat dia menghentikanya untuk menghajar teman yang telah mengambil uangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Beginning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Panas sekali siang ini, huh..seandainya aku tidak menemukan tempat yang lebih indah. Aku bisa saja mati di kapal kecil ini. Betapa bodohnya aku meninggalkan temanku hanya untuk hal yang tidak pasti”. Fiona berceloteh dalam perjalananya.&lt;br /&gt; Fiona melihat benda mengapung di laut yang sudah cukup jauh dari pulau asalnya.&lt;br /&gt; “Hmmmm...benda apa ini ?. Eee, All..Al..Alla..Allah ?.” Fiona kebingungan saat menemukan benda itu. Dia kebingungan menemukan kayu bertuliskan “ALLAH” itu. Fiona pun menyimpanya di tasnya dan segera menutup dirinya dengan kain untuk menghindarkan tubuhnya dari panasnya matahari. Ketika fiona ketiduran, tiba-tiba dia merasakan kapalnya menabrak benda keras. Fiona terbangun dan mendapati dirinya menabrak Buoy. Fiona kebingungan dan mengecek benda itu.&lt;br /&gt;Saat dia sudah cukup bingung lagi dengan benda itu, terdengar suara wanita memanggilnya dengan nyaring.&lt;br /&gt; “Hei kau yang disana. Apa kau mau mencuri besi-besi di buoy tersebut !.” teriak wanita asing tersebut. Fiona pun segera menjawab bahwa dia tidak tahu apa benda itu dan bertanya siapa wanita itu. Dia mendekatkan kapal kecilnya kepada wanita yang sedang berdiri di tepi pagar memandang ke arah laut yang saat itu sudah saat matahari terbenam.&lt;br /&gt; “Siapa kau ?. Apa yang kau lakukan dengan kapal kecilmu di laut yang tenang ini ?”. wanita itu bertanya.&lt;br /&gt; “Ehm..maaf aku dari pulau seberang. Apakah kau seorang manusia ?. Sama seperti aku ?”. tanya Fiona&lt;br /&gt; “Betapa lancang kau berkata seperti itu !. Tentu saja aku manusia sama sepertimu. Kotor sekali badanmu, ayo ikut aku.” kata wanita tersebut.&lt;br /&gt; “Siapa namamu ?. Aku Qygra”.&lt;br /&gt; “Aku Fiona Adras senang bertemu denganmu”.&lt;br /&gt;Mereka pun bercakap-cakap, namun Fiona sedikit sekali berbicara saat dia menemukan lingkungan yang berbeda dari tempat asalnya. Fiona sedang berada di tempat yang penuh orang, polusi, gedung tinggi, kendaraan terbang yang sangat aneh dilihatnya.&lt;br /&gt; Ketika sampai di rumah Qygra, dia disuruh mebersihkan diri dan segera berganti pakaian..........................................................................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wait the update next week....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4420753617025499681-7332638028472666843?l=storybyadit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storybyadit.blogspot.com/feeds/7332638028472666843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storybyadit.blogspot.com/2009/07/friend-or-foe-chapter-1-2-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4420753617025499681/posts/default/7332638028472666843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4420753617025499681/posts/default/7332638028472666843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storybyadit.blogspot.com/2009/07/friend-or-foe-chapter-1-2-12.html' title='Friend Or Foe chapter 1 2-1/2'/><author><name>Aditya Avaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11837515356613801127</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
