Apakah kau lapar ?. Tanya Qygra.
Oh, Iya. Jawab Fiona.
Kalau begitu ayo ikut aku, disini ada tempat makan yang enak. Ku yakin kau tidak akan kecewa.. Ajak Qygra dan fiona pun mengiyakanya.
Mereka pun pergi berdua dan menuju kota dengan kendaraan Qygra. Fiona begitu takjub saat mengendarainya. Kendaraan itu dapat bergerak lebih cepat daripada kuda, dan lebih nyaman dibanding gerobak yang diseret kuda milik ayahnya, Vrosmadite. Namun dibanding kudanya, benda itu lebih membuat nafas sesak. Ayah Fiona telah meninggal saat dia berumur 7 tahun. 2 bulan setelah kematian ayahnya. Ibunya, Valintas pun ikut meninggal.
Bagaimana semua ini bisa seluar biasa ini, aku tidak pernah melihat benda terbang. Aku tidak pernah melihat bangunan tinggi, ataupun bangunan setinggi 20 meter lebih. Aku sungguh bingung dengan suasan di tempat ini. Ujar Fiona.
Ayolah, dimana asalmu sehingga kau tidak mengetahui gedung setinggi ini ?. Tanya Qygra.
Jauh dari sini.
Fiona terlihat sedih saat ditanya hal tersebut. Qygra pun mengajaknya masuk ke tempat makan yang lebig besar dibanding panti asuhanya.
Di suara yang ramai di tempat asal Fiona. Terlihat bahwa Nessi sedang murung dibawah pohon berwarna coklat tua dengan daun yang saat itu sedang mencoklatkan dirinya. Dan dibawah langit yang agung berwarna biru. Nessi berfikir bahwa Fiona sudah mati di laut. Nessi mulai menjatuhkan air matanya, dia mulai bingung. Kepada siapa aku akan memintanya kembali ?.
Nessi yang mendengar suara dari atas pohon yang lebat itu segera menghapus air matanya saat mengetahui ada seorang laki-laki yang memanggilnya dari atas pohon tersebut.
Apapun yang kau lakukan, berhentilah mengangis. Bersikap kuatlah, aku kehilangan jari manis ku dan aku tidak menangis. Ucap lelaki tersebut.
Diamlah, aku lebih menderita daripada dirimu. Aku kehilangan sahabat terbaik ku. Apa kau kira jari manisku lebih berharga daripada sahabatku ?. Balas Nessi.
Lelaki tersebut turun dari pohon dan menyodorkna kepada Nessi daun yang lembut dari pohon tersebut. Lelaki tersebut berkata, tidak apa, daun yang coklat ini tidak akan melukaimu bila kau mengusapkanya ke air matamu. Hilangkanlah sedihmu, daun itu akan mengabulkan permintaanmu dia adalah penguasa alam ini. Dia dapat bergantung pada pohon yang kuat ini tanpa orang lain.
Setelah itu lelaki tersebut meninggalkanya.
Apakah mungkin daun ini dapat terus hidup ?". Renung Nessi.
Nessi pun segera membuangnya dan berhenti berfikir bodoh bahwa daun ini lebih berkuasa darinya. Bahkan Nessi menginjak dan berkata, daun ini kuinjak dan dia tak dapat murka terhadapku !.
Nessi pun segera meninggalkan tempat itu dan menuju ke RUMAH KITA. Dia segera mengobrak-abrik tempat itu untuk menemukan sesuatu yang membuat Fiona yakin bahwa ditempat luar ada manusia lain. Nessi menemukan sebuah buku yang bertuliskan huruf yang tidak diketahuinya. Nessi mengambilnya dan membawanya ke rumah Hash Abei lagi.
Esok harinya Nessi segera menuju ke ahli bahasa setempat. Dia memberkian buku itu ke ahli bahasa itu dan terkejut dan bertanya darimana dia mendapatkan buku itu.
"Aku mendapatkanya dari rumah usang yang telah ditinggal mati pemiliknya di dekat pohon abadi". Jawab Nessi.
"Tolong terjemahkan".
Ahli bahasa itu pun menjawab iya dan akan mencoba menyamakan tulisan itu dengan tulisan yang ada di batu dekat pantai. Ahli bahasa itupun mengajak Nessi untuk ke pantai dan membawakan peralatanya.
Sesampainya di pantai, ahli bahasa tersebut terkejut ketika menemukan bahwa tulisan yang di batu itu sama persis dengan tulisan di buku yang dibawa Nessi.
Ahli bahasa tersebut pun segera mencoba menerjemahkan halaman pertama di buku tersebut. Dia meminta kepada Nessi untuk segera membawakan peralatanya ke RUMAH KITA. Dan mereka pun menuju ke tempat tersebut. Ahli bahasa meminta Nessi untuk mencarikan beberapa benda yang bertuliskan huruf yang sama untuk membantu penerjemahanya. Nessi hanya menemukan sebuah huruf yang dibingkai dengan baik.
"Nessi, Dengarkan ini:
..........(Dibaca halaman 1 dalam buku itu)". Ucap Ahli bahasa.
"Apa artinya tuan ?'.
"Yang menguasai kita, kita telah menemukan siapa yang menguasai kita.". Ucap Ahli bahasa tersebut.
Nessi kebungungan apa yang dimaksud dengan yang menguasai kita. Apakah daun yang diberikan oleh pemuda yang mengganggunya tadi.
Berpindah ketempat Fiona Lagi...
"Apa kau kenyang ?". Tanya Qygra kepada Fiona.
"Tentu saja. Makanan ini lebih enak dan banyak dibanding di panti asuhanku". Ujar Fiona.
"Jadi kau tinggal di panti asuhan ?, kenapa kau tidak bilang dari tadi. Panti asuhan mana ?." Tanya Qygra.
"Hash Abei, sebenarnya itu bukan panti asuhan tapi tempat didikan. Tapi aku menyebutnya panti asuhan karena aku dikekang disana.". Jelas Fiona.
Mereka pun puas dan pulang bersama-sama. Di tengah perjalanan sekali lagi, Fiona Takjub Dengan Terowongan yang dikatakanya sebagai lubang hitam. Setelah sampai dirumah Qygra, Fiona segera beristirahat dan menonton TV.
"Hei..Kenapa ada orang di dalam kotak itu?".
"Fiona, itu hanya lukisan. Tapi bergerak, aku tahu akan sulit menjelaskanya kepadamu.". Jelas Qygra. Fiona sedang melihat TV yang menyiarkan pemansan global. Fiona yang sangat takjub serta takut terhadap dampak pemanasan global dan penyebabnya. Dia tidak habis fikir kenapa tidak berhenti saja menggunakan mobil dan mulai menggunakan kuda, berhenti membangun gedung yang tinggi diganti dengan yang biasa saja dan berhenti mengambil bahan alam yang terbatas.